Ada yang hilang
Ketika malam terlalui begitu saja
Ada bathin yang berperang
iya jangan iya jangan
Akhirnya semalaman tertidur mendekap si ring ring
Tanpa berani menekan tombol hijau
Bilah hati, ada rindu di sini
September 26, 2008
Malam tak Biasa
Posted by masari at 13.16 0 comments
September 25, 2008
Lebur
Sakit, lebur saja aku ke putaranmu
Telan saja jiwa dan ragaku
Biar aku tak lagi cengeng
Dan esok, luka tak lagi buatku menderita
Posted by masari at 11.40 0 comments
Marathon
Marathon kata terus mengalir
Apa gunanya?
Aku masih benci menangis
Pun tetap muak merengek
Tapi mengapa sakit sangat masih menusuk
Tepat di jantung hati
Posted by masari at 11.38 0 comments
Sampaikan
Bila teknologi tercanggih tak lagi mampu sampaikan pesan
Kutitip salam saja pada mentari
Dan pada ikatan hati
Semoga masih berarti
Posted by masari at 11.31 0 comments
Ingin Tak Ingin
Tak ingin menyakiti
Seperti tak ingin tersakiti
Hanya ingin...
Berhenti saling menyakiti
Posted by masari at 11.27 0 comments
Masih
Tak kunjung tenang
Masih saja terus resah
tik... tik... tik...
Jarum detik terus bernyanyi
Namun ragaku tetap tak berjiwa
Kapan waktu akan mengajakku berdamai?
Posted by masari at 11.20 0 comments
Luka
Tersiksa aku
Dengan jamak onak menancap di kulit benak
Biar tau rasa aku
Akibat lidah terlalu banyak berucap
Sudah simpan saja luka itu
Resapi setiap sakitnya
Ulahmu sendiri, kata cermin
Posted by masari at 11.11 0 comments
Sesal
Dengan apa lagi
Harus kusampaikan penyesalan
Bila ribuan kata tak lagi bermakna
Biar bisu menjadi jawabnya
Posted by masari at 11.08 0 comments
Kata Tertahan
Begitu banyak kata ingin termuntahkan
Namun semua tertahan di pangkal benak
Biar teriak saja
MAAFKAN AKU
Dan sekarang... Aku merindukannya sangat
Posted by masari at 11.04 0 comments
September 18, 2008
Empedu dan Jamu
Tersaji sepiring empedu dan segelas jamu sebagai menu sarapan pagi ini
Getir dan pahitnya bangunkan dari sisa kantuk
Tinggalkan anyir di lidah dan perih di jantung
Namun tak bisa dihentikan, aku mengunyah dan terus saja melumat
Tahan tangis yang mendesak ingin meluap, pun tenggorok yang resah menjerit
Biarkan tubuh bergetar kaku dan lidah membeku kelu
Yakin, pahit pagi ini kan terbayar dengan sehat sore nanti
18.09.08 - untuk yang suka menyakiti diri sendiri. pedih, namun tak bisa lari. Hadapi saja, karena obat memang pahit tapi menyembuhkan.
Posted by masari at 10.58 1 comments
September 05, 2008
Jangan Pudar
Ketika nanti guliran waktu terus tertumpuk mengirimkan kerut di dahiku, lembar-lembar putih keperakan memahkotai kepalaku, timbunan lemak semakin tebal membungkus setiap tulangku, akankah cinta tetap memancarkan ronanya?
Saat larut demi larut terisi kebersamaan, dekap menjadi sarapan, dan kecup menjadi pengantar lelap, masihkah genggam jemari hadirkan hangat yang menggetarkan?
Bila senyum menjadi alarm pagi hari, tawa mewujud penghias siang hari, dan canda meninabobo malam hari, masihkah cakap ringan di layar maya dan sapa kecil melalui jaringan pemancar menjadi candu yang tak kunjung puas tereguk?
Satu resah mengintai di balik benak, akankah masa terus berlalu sementara aku tak lagi menjadi jalan bahagia untukmu?
04.09.08 - Sambil terduduk mendengarkan "Saat Aku Lanjut Usia" milik "SO7" ( http://www.imeem.com/shouta/music/mcowZAwp/sheila_on_7_saat_aku_lanjut_usia/ ), semoga cinta tak pudar dan kelak kita mampu terus bersama dalam kehangatan dan kebahagiaan, dunia akhirat...
Posted by masari at 03.28 2 comments
Agustus 12, 2008
Seutuh Rasaku
Suatu masa sempat kukira tlah hilang hatiku dirampas luka dan pergi rasaku dihembus angin masa lalu
Sampai kemudian bentur pada nyata bahwa sebentuk jiwa menyusup ke dalam lemari besi yang rapat kukunci
Jiwa itu, yang juga kelam tergores luka dan rapuh tergerus masa lalu, berhasil mengembalikan aku dan segala aku
Mencintainya sangat, tak menjadikanku kehabisan cinta,
Mencintainya justru buatku kembali mencintai diriku dan semua yang kumiliki, ayah bunda, sanak kerabat dan sahabat
Dan saat jiwa itu, yang telah pula menjadi bagian dari jiwaku, kerap memintaku menunggu,
Kusadari bahwa aku hanyalah seorang pecinta yang masih manusia biasa
Kesetiaanku bukan tak bertepi pun sabarku menanti bukan tak berbatas
Ketika segenap cintaku tak lagi cukup untuknya sehingga ia membutuhkan cinta lain, itulah tanda aku tlah sampai di ujung setiaku
Dan sabar penantianku, hanya akan terhenti pada satu di antara dua muara,
Saat dia menyerah untuk menggapai mimpi,
Atau saat kami telah bersama mewujudkan impian itu sebuah nyata yang jauh lebih indah
- Penuh berharap agar muara kedualah yang mengakhiri segala penantianku
11.08.08 - Untuk belahan jiwaku, jangan lagi meragukan keutuhan rasaku, selama kamu pun yakin dengan rasamu, karena ketegaranmulah yang membuatku bertahan dalam kesetiaan dan penantian. Semangat dan jangan menyerah^^
Posted by masari at 09.26 2 comments
Juli 28, 2008
Sebilah Cinta
Cuma kamu yang bisa,
Buatku lara sampai tertawa dan bahagia hingga menangis
Membakar hati dan memadamkannya dalam sekejap
Buat yang biasa menjadi indah dan rumit menjadi sederhana
Cuma kamu yang bisa,
Menjadikan jejak pedih tak lagi mengalirkan darah
Menggoda imaji untuk melangkah ke muka
Menggenggam jemari sekaligus mendekap hati
Cuma kamu duhai sebilah cinta,
Yang ingin kutanam menghias titik paling terangku
Terus dan terus mengisi ruang tak bertitik
28.07.08 - Terima kasih kekasih, untuk kado terindah pengiring pertambahan usiaku. Sebuah lukisan keindahan yang tak lekang meski terbungkus kesederhanaan. I Love You, more and more and more...
Posted by masari at 16.18 1 comments
Juli 22, 2008
Mandi Hujan
Mendung menyapu cerah angkasa
Awan hampir tak kuat menahan bebannya
Hujan tak lama lagi kan jatuh
Aku tak butuhkan wiper untuk menyeka tetesnya
Kurelakan saja tubuh terbasahi deras rinai
Berharap sesak ikut hanyut bersama bulirnya
Hendak larut dalam gigil yang dibawa angin musim
Biar kusahut keras petir menyambar
Agar setelahnya letih dapat mengantar lelap
Dan kusandarkan segala perih pada hangat peraduan
22.07.08 - membatasi keinginan dapat mempersempit celah bagi kekecewaan untuk menyusup ke relung hati.
Posted by masari at 13.26 1 comments
Juli 16, 2008
Titik ke-Dua Puluh Delapan
jika hidup adalah kumpulan titik tahun
kini tlah kau capai titik ke-dua puluh delapan
semakin jauh dari mula di titik nol
dan mendekati akhir yang entah sampai titik keberapa
dari sini, sempatkanlah tengok ke belakang
betapa banyak titik yang telah terlampaui,
tersaput hitam putih dan warna warni kehidupan
indah pedih, manis getir, hangat beku, tawa air mata, bersama sendiri
bekal agar kelak menapak lebih indah
dari titik ini pula tataplah ke muka penuh doa
berharap kasih dan ridho-Nya senantiasa menemani
Selamat hari jadi ke-dua puluh delapan
13.07.08 - Untuk seorang sahabat, Tia Wulandari. Waktu adalah kawan jika kita cermat menggunakan sebaik mungkin, namun akan menjadi musuh jika kita lalai memaknainya. Happy Birthday, Dear Tia..... Wishing you all the best
Posted by masari at 13.03 0 comments
Juli 15, 2008
Lelah Jiwa Kekasih
Rindu mengguncang hariku
Menuntunku lekat memandang gambarmu, yang kuambil dari lensa selularku pada suatu waktu
Gambar sesosok lelaki yang mendongak takjub memandangi indah sang dewi malam
Duhai lelaki yang kucinta, lelaki yang sama yang mencinta rembulan
Lelahkah jiwamu menjemput mimpi yang membuai asa di depan sana?
Sungguh tak ingin kupasung dirimu dalam selaksa letih, meski atas nama cinta
Karena untukku, damai jiwamu adalah sesungguhnya cinta
Songsong bahagia itu kekasih, dengan senyum dan bukan penat
15.07.08 - siap kutemani lelahmu, namun ku lebih suka menatap bahagiamu
Posted by masari at 15.52 1 comments
Juli 02, 2008
enggan
terpahami bahwa amarah ini tak berguna
namun dengan apa lagi bara kan padam
ketika segenap sabar diartikan ketakberdayaan
karena diam membuatku semakin tersudut
diam kalian semua
ini saatnya aku yang bicara
jangan hanya menuntut hak,
tanpa berani jalankan kewajiban
dan sekarang aku ingin sunyi
jangan lagi ada suara
enggan aku
02.07.08 - haruskah menunggu amarahku meluap, baru semua bisa mengerti???
Posted by masari at 14.43 0 comments
Juni 20, 2008
Selubung Ragu
Terasakankah olehmu gundahku malam tadi
Menggenggam cinta membuncah di sebelah tangan
Dan tangan lain memunguti puing yang tercecer sisa prasangka
Kehabisan tenaga mengurai perang dalam diri
Bunga cinta yang terhampar menghias taman hati
Sejenak terusik cemas berbalut cermin usang
Memekakkan telinga dengan bising curiga
Menjejak luka di tapak-tapak asmara
Kini perang tlah usai, kasih memenangkannya
Selubung ragu yang selimuti cinta perlahan terkelupas
Binar tulus rasa merambat bercahaya
Peluk yakinku, kekasih
Dan jangan biarkan tersia-sia
20.06.08 - Perang rasa ini, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk dapat lebih berhati-hati dalam melangkah, menjemput impian terindah yang ingin kita reguk bersama, dan dapat menjadi bekal yang membawa kita menapaki bahagia kelak.
Posted by masari at 14.09 0 comments
Juni 18, 2008
Satu Kata Saja
Aku khilaf, dan kuakui itu
Berbilang alasan dapat terlontar
Namun tak kulakukan karena aku tak memerlukan pembenaran
Aku memang salah, fatal
Prasangka adalah zat paling ampuh untuk memadamkan kepercayaan
Tak hendak kubela diri dengan berpanjang lisan
Hanya satu kata yang ingin kusampaikan. MAAF.
- Lidah berucap. Jujur dan tulus
seiring hati merunduk penuh sesal
18.06.08 - Kutau kata apapun tak akan sanggup menyembuhkan luka hati yang terlanjur tergores. Maka hanya dapat kusodorkan sebuah ketulusan untuk sedikit mengurangi perihnya. Maafkan aku, sayang...
Posted by masari at 16.26 0 comments
Juni 16, 2008
Ketika Malam Bercerita
Gelap merayap semakin pekat mengusir senja
Angkasa sedang ingin kelabu, mengaburkan remang bulan separuh
Seolah hendak menelan kerlip sang bintang yang genit mengerjap
Tapi kelam tak berani mengusik hatiku, yang tengah ceria di samping lelakiku
Menatap matanya bawaku menyelami lekuk rasa yang biaskan kehangatan
Menggenggam kokoh lengannya meresapkan kesejukan yang mengantar debar jiwa
Menyandarkan kepala di bidang bahunya ringankan segala resah
Inginnya kutetap berada di detik ini, meningkahi setiap rasa bersamanya
Tapi waktu merambat enggan berhenti, belasan ribu detik berlari menggilas malam
Lelakiku harus beranjak menembus dinginnya angin
Pandangku tak henti mengintai hingga simpang jalan menghapus bayangnya
Kutitipkan doa, agar dia tiba tak kurang suatu apa
Sambil pelan berbisik,
"Kutunggu saatnya, malam tak lagi batasi persuaan,
Ketika ikatan suci membuatmu tak lagi harus tinggalkanku di ujung larut"
16.06.08 - Have I ever told you how much I love you?
Posted by masari at 15.25 0 comments

